Edukasi Pencegahan Diabetes Melitus Pada Remaja Di SMA Karya Pembangunan I Ciparay
DOI:
https://doi.org/10.61329/jbbs.v1i2.73Keywords:
diabetes melitus, edukasi kesehatan, remajaAbstract
Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular kronis yang menjadi tantangan kesehatan global yang besar. Di Indonesia, prevalensi diabetes menunjukkan peningkatan yang konsisten, naik dari 10,9% pada tahun 2018 menjadi 11,7% pada tahun 2023, dengan proyeksi yang mengindikasikan peningkatan berkelanjutan hingga tahun 2030 (Undaryati, 2025; Suastika, 2025). Data RISKESDAS 2018 juga menyoroti peningkatan prevalensi Diabetes Melitus pada individu berusia ≥15 tahun, dari 6,9% pada tahun 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018. Dampak jangka panjang diabetes, khususnya pada remaja, tergolong serius dan dapat memengaruhi kualitas hidup mereka secara signifikan (Asyura dkk., 2024). Temuan-temuan ini menegaskan perlunya strategi pencegahan dini melalui pendidikan kesehatan sehingga dapat mengurangi resiko diabetes di masa depan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMA Karya Pembangunan 1 Ciparay, sebuah sekolah menengah atas yang berlokasi di Kecamatan Ciparay, wilayah dengan catatan 1.518 kasus diabetes di Puskesmas Pakutandang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai diabetes dan pencegahannya melalui intervensi pendidikan secara langsung. Kegiatan ini menggunakan presentasi PowerPoint dan media video sebagai sarana pembelajaran. Efektivitas program dievaluasi menggunakan kuis pre-test dan post-test, yang dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai diabetes serta langkah-langkah pencegahannya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bhakti Bumi SIliwangi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



