Pentingnya Pendidikan Seksual Pada Anak Usia Sekolah Dasar Untuk Mencegah Pelecehan Seksual

edukasi pendidikan seks

Authors

  • Susi Afrianti Rahayu Akademi Farmasi Bumi Siliwangi
  • Garnis Sekar Akademi Farmasi Bumi Siliwangi
  • Anisa Rizki Akademi Farmasi Bumi Siliwangi
  • Ainun Dwi Akademi Farmasi Bumi Siliwangi
  • Deany Putri Akademi Farmasi Bumi Siliwangi
  • Feyza Alevia Akademi Farmasi Bumi Siliwangi
  • Neng Syauri Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.61329/jbbs.v1i2.74

Keywords:

Pendidikan seksual, anak, sekolah dasar, pelecehan seksual

Abstract

Persoalan seksualitas sering kali dianggap tabu dikalangan masyarakat luas dan dibicarakan didepan anak-anak apalagi mengajarkannya pada anak-anak. Masyarakat beranggapan bahwa pendidikan seks belum pantas diberikan pada anakusia dini, padahal pendidikan seks yang diberikan sejak dini sangat berpengaruh pada kehidupan anak- anak ketika anak tersebut memasuki masa remaja. Apalagi saat ini anak-anak kritis, dari segi pertanyaan serta tingkah laku. Di Indonesia tidak sedikit anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan seks yang benar dan relatif. Mereka justru menerima informasi perihal seks berasal dari teman sebaya, internet, serta majalah. Padahal informasi tadi belum tentu benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Pemberian pendidikan atau informasi tentang persoalan seks masih menjadi pro dan kontra pada masyarakat indonesia . Tidak dipungkiri, perilaku kejahatan seksual tidak hanya berasal dari orang- orang terdekat saja sepertiteman sebaya, saudara, tetangga bahkan dari orangtua sendiri. Ditinjau dari data bentuk kekerasan yang dirilis Dinas Pemberdayaan wanita, perlindungan Anak serta keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat pada 2020, masalah kekerasanseksual masih mendominasi. Data itu diunggah pada laman Open Data Jabar. Dari 1.412 bentuk kekerasan yang dilaporkan pada 27 kabupaten/kota, 548 di antaranya merupakan masalah pelecehan seksual. masalah kekerasan seksual terbanyak terjadi di Kabupaten Sukabumi dengan 136 perkara. lalu Kota Bekasi dengan 59 perkara serta ketiga diikuti Kota Bandung dengan 42 perkara. Di Kota Bandung sendiri perkara kekerasan seksual dilaporkan sebesar 42 perkara. untuk bentuk data kekerasan dalam bentuk lainnya pun angkanya relatif mengkhawatirkan, rinciannya 76 perkara kekerasan psikis, 39 perkara kekerasan fisik, 17 perkara penelantaran, serta dua perkara eksploitasi.

Downloads

Published

31-08-2026
Abstract Views: 33 PDF Downloads: 48