Evaluasi Ketepatan Dosis Obat Golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) pada Pasien Gerd di Salah Satu Klinik Kabupaten Sumedang
DOI:
https://doi.org/10.61329/pscp.v4i1.54Keywords:
GERD, Kesesuaian Dosis, Proton Pump Inhibitor (PPI), ResepAbstract
Perkembangan kesehatan di indonesia menghadapi tantangan dengan meningkatnya kasus penyakit tidak menular, salah satunya adalah GERD (Gastroesophageal Reflux Diseae). GERD merupakan kondisi yang mengganggu akibat refluks asam lambung yang dapat menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi. Penelitian ini berfokus pada evaluasi ketepatan dosis obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) yang banyak diresepkan untuk pasien GERD di klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien yang menggunakan obat PPI dan mengevaluasi kesesuaian dosis yang diberikan kepada pasien GERD di salah satu klinik Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis data retrospektif dari 101 resep pasien GERD. Data dikumpulkan menggunakan lembar ceklis yang mencakup informasi tentang jenis kelamin, umur, dan kesesuaian dosis obat. Didapatkan hasil 101 resep pasien dengan laki-laki 35 orang (34,7%) dan perempuan 66 orang (65,3%). Pasien berusia 46-55 tahun ada sebanyak 33 pasien (32,7%) dan didapatkan sebanyak 62 pasien (61,4%) mengonsumsi Lansoprazole.
Downloads
References
[1]. Kurnia GR. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gastritis Pada Pasien Yang Berobat Jalan Di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukit Tinggi.
[2]. Dong R, Zhang Q, Peng H. Gastroesophageal reflux disease and the risk of respiratory diseases: a Mendelian randomization study. J Transl Med 2024; 22: 4–9.
[3]. Fahrial A, Makmun D, Rani A aziz, et al. Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit Refluks Gastroesfageal (Gastroesophageal Reflux Diseae/Gerd) Di Indonesia. Jakarta: Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), 2019.
[4]. Tarigan R, Pratomo B. Analisis Faktor Risiko Gastroesofageal Refluks. J Penyakit Dalam Indones 2019; 6: 78–81.
[5]. Mikolašević I, Orlić L, Mavrinac V, et al. Safety of long-term proton pump inhibitors use. Med Flum 2016; 52: 148–156.
[6]. Kementrian kesehatan Republik indonesia. Kemenkes RI peraturan menteri kesehtan republik indonesia tentang standar pelayanan kefarmasian di klinik. Kementrian Kesehat Republik Indones 2021; 101, Jakarta.
[7]. Kementrian kesehatan Republik indonesia. Kemenkes Ri Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Apotek. Kementrian Kesehat Republik Indones.
[8]. Romdhoni M fadhol. Kaidah Penulisan Resep Obat. Yogyakarta: Deepublish, 2020.
[9]. Saputera MD, Budianto W. DiaPb, A. et al. (2017) ‘Diagnosis dan Tatalaksana Gastroesophageal Re ux DisPb, A. et al. (2017) ‘Diagnosis dan Tatalaksana Gastroesophageal Re ux Disease ( GERD ) di Pusat Pelayanan Kesehatan Primer’, 44(5), pp. 329–332.ease ( GERD ) di Pusat Pelayanan. 2017; 44: 329– 332.
[10]. Syam AF, Aulia C, Renaldi K, et al. Revisi konsensus nasional penatalaksanaan penyakit refluks gastroesofageal (gastroesophageal reflux disease/GERD) di Indonesia. 2013.
[11]. Katzung BG. Basic & Clinical Pharmacology. edisi 14. Garamond by Cenveo, 2018.
[12]. Gunawan SG. Farmakologi dan Terapi. edisi 6. Jakarta, 2016.
[13]. Tjay Tan H, Rahardja K. Obat-Obat Penting. edisi ke 6. 2010.
[14]. Kemenkes RI. Farmakope Indonesia Edisi V 2014. Farmakop Indones Ed V 2014 2014; 1–1102.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Azan Heryana, Susi Afrianti Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















